Jumat, 26 November 2010

MAKALAH NUTRISI

BAB I
PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang
Nutrisi atau zat gizi merupakan unsur - unsur yang terdapat dalam makanan dan diperlukan oleh tubuh untuk berbagai keperluan seperti menghasilkan energi, mengganti jaringan haus serta rusak, memproduksi subtansi tertentu misalnya enzim, hormon dan antibodi. Disamping itu nutrisi juga diperlukan oleh tumbuh kembang pada bayi, anak – anak serta ibu hamil ( tumbuh kembang janin ). Nutrisi dapat dibagi menjadi makro nutrisi yang terdiri atas karbohidrat, lemak, protein, dan kelompok mikro nutrien yang terdiri atas vitamin dan mineral. Selain nutrisi, dalam makanan juga terdapat unsur – unsur yang berguna bagi kesehatan seperti serat pangan, air, Fitokimia pangan , prebiotik dan probiotik yang semuanay ini disebut unsur – unsur pangan.
Dari data diatas penulis tertarik mengangkat kasus Kekurangan Nutrisi karena peran dan fungsi perawat dalam merawat pasien Kekurangan nutrisi sangat penting, selain itu kekurangan nutrisi sangat berbahaya. Maka dari itu peran perawat dalam kasus Kekurangan nutrisi ini adalah membantu proses kesembuhan diri pasien, baik fisik maupun psikis, mengayomi, memberi motivasi dan menjaga pasien.
    1. Tujuan Umum
Mahasiswa dapat melakukan asuhan keperawatan pada klien dengan konjungtivitis. Mengetahui konsep medis dari Penyakit Konjungtivitis
1.3 Tujuan Khusus
Secara khusus '' Asuhan Keperawatan Klien dengan kekurangan nutrisi'', ini disusun supaya :
  1. Mahasiswa dapat mengetahui tentang pengertian, penyebab, klasifikasi, tanda dan gejala, patofisiologi, pemeriksaan penunjang, penatalaksanaan,serta proses keperawatan yang akan dijalankan.
  2. Mahasiswa dapat mengidentifikasi asuhan keperawatan pada klien dengan kekurangan nutrisi
  3. Mahasiswa dapat mengidentifikasi pendidikan kesehatan yang diperlukan pada pasien yang dirawat dengan keluhan kekurangan nutrisi.
  4. Agar makalah ini dapat menjadi bahan ajar bagi mahasiswa lainnya tentang berbagai hal yang berhubungan dengan kekurangan nutrisi.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Kebutuhan Nutrisi
Nutrisi atau zat gizi merupakan unsur – unsur yang terdapat dalam makanan dan diperlukan oleh tubuh untuk berbagai keperluan seperti menghasilkan energi, mengganti jaringan haus serta rusak, memproduksi subtansi tertentu misalnya enzim, hormon dan antibodi. Disamping itu nutrisi juga diperlukan oleh tumbuh kembang pada bayi, anak – anak serta ibu hamil ( tumbuh kembang janin ). Nutrisi dapat dibagi menjadi makro nutrisi yang terdiri atas karbohidrat, lemak, protein, dan kelompok mikro nutrisi yang terdiri atas vitamin dan mineral. Selain nutrisi, dalam makanan juga terdapat unsur – unsur yang berguna bagi kesehatan seperti serat pangan, air, fitokimia pangan, prebiotik dan probiotik yang semuanya ini disebut unsur – unsur pangan.
2.1.1 Prinsip – Prinsip Nutrisi
Tubuh memerlukan bahan bakar untuk menyediakan energi untuk fungsi organ dan pergerakan badan, untuk mempertahankan suhu tubuh, dan untuk menyediakan material mentah untuk fungsi enzim, pertumbuhan, penempatan kembali dan perbaikan sel.
Metabolisme mengacu pada semua reaksi biokimia dalam sel tubuh. Proses metabolik dapat menjadi anabolik (membangun). Makanan dimakan, dicerna, dan diserap untuk menghasilkan energi yang diperlukan untuk reaksi ini. Kebutuhan energi individu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kebutuhan energi seseorang ketika istirahat disebut laju metabolisme basal (basal metabolic rate, BMR) adalah energi yang diperlukan pada tingkat rendah fungsi selular. Persamaan umumnya digunakan untuk memperkirakan penggunaan energi basal ( basal energy expenditure, BEE ). Sejumlah faktor, seperti aktifitas, penyakit, cedera, demam, infeksi, pemasukan makanan dan kelaparan dapat menagkibatkan basal energi expenditure. Kebutuhan energi untuk anak yang berusia di bawah enam tahun dihitung berdasarkan berat badan dan usia. Kebutuhan energi juga dapat diperkirakan dengan mengukur konsumsi oksigen dan produksi karbon dioksida dengan alat-alat pengukuran metabolisme.
Kebutuhan energi dipenuhi lengkap oleh asupan kalori pada makanan,maka berat badan tidak berubah. Jika pemasukan kalori melebihi kebutuhan energi,maka berat seseorang akan menambah.ketika pemasukan kalori gagal untuk memenuhi kebutuhan energi,maka seseorang akan kehilangan berat badan.
Nutrisi merupakan elemen penting untuk proses dan fungsi tubuh.Enam kategori saat makanan adalah air,karbohidrat,protein,vitamin, dan miniral.Kebutuhan energy dipenuhi dengan metabolism karbohidrat,Protein, dan lemak.Air adalah komponen tubuh yang vital dan bertindak sebagai penghancur zat makanan.Vitamin dan mineral tidak menyediakan energi,tapi penting untuk proses metabolism dan keseimbangan asam-basa
2.1.2 Nutrisi Essensial
Nutrisi essensial terbagi dalam 6 unsur yaitu :
  1. Karbohidrat
Karbohidrat adalah sumber utama dalam diet. 1 gram karbohidrat adalah 4 kilo kalori (kkal). Karbohidrat juga terdiri dari elemen karbon, hidrogen dan oksigen. Klasifikasi karbohidrat dikelompokkan menurut unit gula/sakarida.
Bagian-bagian dari karbohidrat:
1. Monosakarida glukosa, fruktosa & galaktosa.
2. Disakarida sukrosa, laktosa & maltosa (monosakarida ditambah dengan air).
3. Polisakarida terdiri dari banyak unit gula (tidak dapat larut dalam air).
Polisakarida tidak dapat dicerna karena manusia tidak memiliki enzim yang dapat memecah polisakarida. Selain itu polisakarida memiliki peranan dalam nutrisi manusia yaitu untuk menambahkan serat untuk diet. Serat berfungsi untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit.
Jumlah karbohidrat yang sedikit disimpan dalam hati dan otot disebut glikogen. Glikogen desintesis dari glukosa untuk menyediakan energi salama kita berpuasa. Kelebihan dari kalori karbohidrat bisa disimpan dalam bentuk lemak. Metabolisme karbohidrat terdiri dari 3 proses utama :
1. Katabolisme glikogen glukosa + CO2 + air (glikogenolisis).
2. Anabolisme glukosa glikogen untuk penyimpanan (glikogenesis).
3. Perubahan asam amino & gliserol glikogen untuk energi (glukoneogenesis).
Karbohidrat merupakan sumber utama bahan bakar untuk otak, otot rangka selama latihan, eritrosit, leukosit dan medulla renal. Fungsi Karbohidrat dioksidasi dalam tubuh agar menghasilkan panas dan energi bagi segala bentuk aktivitas tubuh. Karbondioksida dan air terbentuk sebagai produk akhir dan pada prinsipnya kedua bahan tersebut diekskresikan melalui paru – paru dan ginjal.
  1. Protein
Sumber energi dari protein adalah 4 kkal/g. Bentuk protein yang paling sederhana adalah asam amino-asam amino esensial yang tidak dapat disentesis oleh tubuh tapi harus diberikan dalam diet, sedangkan asam amino non esensial dapat disintesis. Albumin dan insulin merupakan protein sederhana karena terdiri dari asam amino dan derivatnya. Kombinasi dari protein sederhana dengan non protein menghasilkan protein kompleks, seperti lipoprotein (lemak ditambah dengan protein sederhana). Asam amino itu sendiri diubah menjadi jaringan, hormon, dan enzim. Asama amino juga dapat diubah menjadi lemak dan disimpan sebagai jaringan adipose atau menjadi energi melalui proses glikoneogenesis.
Protein yang lengkap terdiri dari semua asam amino esensial dalam kuantitas yang cukup untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen. Protein yang bernilai biologis tinggi, contohnya seperti daging, hewan ternak, susu dan telur. Sedangkan protein tidak lengkap contohnya sereal, kacang, buncis, dan sayur-sayuran.
Protein terdiri dari 16% nitrogen dan merupakan sumber nitrogen satu-satunya. Nitrogen lalu disimpanoleh tubuh untuk pembangunan dan perbaikan jaringan tubuh. Tubuh kita berada pada keseimbangan nitrogen bila asupan dan haluarannya sama. Jika asupan pada keseimbangan nitrogen lebih besar dari haluaran berarti keseimbangan nitrogen positif, dan dapat berpengaruh untuk pertumbuhan, hamil dan penyembuhan luka. Keseimbangan nitrogen negative terjadi ketika tubuh kehilangan banyak nitrogen, contoh nya dalam keadaan infeksi, luka bakar, demam, kelaparan, dan cedera.
Fungsi Protein: 1. Menggantikan protein yang hilang selama proses metabolisme yang normal dan proses pengausan yang normal.
2. Menghasilakn protein yang baru
3. Diperlukan dalam pembuatan protein – protein yang baru dengan fungsi kusus dalam tubuh
4. Dapat dipakai sebagai sumber energi.

  1. Lemak
Lemak merupakan sumber energi yang dipadatkan. Lemak dan minyak terdiri atas gabungan gliserol dengan asam – asam lemak. Lemak, seperti halnya karbohidrat, tersusun dari atom – atom karbon, hydrogen dan oksigen tetapi pola penatanaan dan proposinya berbeda.
Lemak merupakan nutrisi yang paling berkalori, yaitu 9 kkal/g. Lemak tersusun dari karbon, hidrogen dan oksigen. Lemak dasar tersusun atas trigliserida dan asam lemak. Proses berjalannya asam lemak disentesis disebut Lipogenesis. Asam lemak dibagi 2 yaitu :
  1. Asam lemak jenuh, contohnya : lemak hewan.
  2. Asam lemak tak jenuh tunggal, ganda. Contohnya : lemak sayuran.
Asam linoleat, asam lemak tidak jenuh merupakan satu-satunya asam lemak esensial pada menusia. Asam lemak ini penting untuk proses metabolisme. Apabila melakukan diet tidak bolae lebih besar 30% dari total kalori sebagai lemak.
Fungsi Lemak:1. Sebagai sumber energi
2. Ikut serta membangun jaringan tubuh
3. Sebagai perlindungan
4. Sebagai penyekatan atau isolasi
5. Perasaan kenyang
6. Vitamin larut lema

4 .Vitamin
Merupakan substansi organik yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh. Berfugsi sebagai katalisator proses metabolisme tubuh. Ada 2 jenis vitamin :

1. Vitamin larut lemak Vitamin A, D, E, dan K (disimpan dalam tubuh).
2. Vitamin larut air Vitamin C dan vitamin B kompleks.


  1. Vitamin larut lemak

  • Vitamin A (retinol, retinal, asam retinoat).
Retinal adalah komponen dari fotoreseptor (sel-sel saraf yang peka terhadap cahaya) dalam retina mata. Bentuk lain dari vitamin A (asam retinoat) yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit, lapisan paru-paru, usus dan saluran kemih.





Vitamin A

Fungsi
Akibat defisiensi
Akibat kelebihan
Sumber-sumber
Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan epitel:
    • Menjaga integritas retina.
    • Sebagai fungsi imun.
- Kebutaan (rabun senja).
- Kulit kasar.
- Membran mukosa kering.
-Kegagalan perkembangan gigi dan tulang.
-Mual.
-Muntah.
-Nyeri abdomen.
-Kegagalan pertumbuhan pada anak-anak.
-Kehilanagn BB
pada orang dewasa.
>> Dalam dosis besar :
-Kerontokkan rambut.
-Pembengkakan tulang.
-Nyeri tulang sendi.
-Sakit kepala.
- Susu murni.
- Telur.
- Sayuran berdaun hijau.
- buah-buahan dan sayuran
berwarna kuning.
- Minyak ikan dan hati.




  • Vitamin D
Bentuk utamanya adalah vitamin D2 (ergocalciferol) dan vitamin D3 (cholecalciferol). Vitamin D3 diproduksi didalam kulit yang terpapar sinar matahari, terutama radiasi ultraviolet B.

Vitamin D

Fungsi
Akibat Defisiensi
Akibat kelebihan
Sumber-sumber
Absorbsi dan penggunaan kalsium dalam perkembangan tulang dan gigi.
Pertumbuhan gigi yang tertunda pada anak-anak osteomalasia (pelunakan tulang) pada orang dewasa.
>> dalam dosisi besar :
- Kehilangan nafsu makan.
- Muntah.
-Kegagalan pertubuhan.
-Kehilanagn BB.
-Peningkatan deposit kalsium dalam jaringan lunak.

- Pembuluh darah dan ginjal.
- Cahaya matahari.
- Susu.
- Margarin.
- Telur.
- Minyak ikan.


  • Vitamin E (Tokoferol)

Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak. Artinya, vitamin ini terdapat dalam bagian makanan yang berminyak. Vitamin E didalam tubuh hanya dapat dicerna oleh empedu, di hati karena tidak larut dalam air. Vitamin E banyak tersedia dalam minyak yang dihasilkan dari biji-bijian, seperti : minyak kacang, minyak kulit gandum, minyak jagung dan minyak biji bunga matahari. Selain itu, vitamin E juga terdapat pada sayuran hijau, sereal, hati, kuning telur, lemak susu, kacang-kacangan dan mentega.
Vitamin E ialah salah satu abtioksidan yang penting dalam pencegahan kanker dan penyakit kardiovaskular. Vitamin E mudah rusak oleh panas yang terlalu tinggi (proses memasak) dan oksidasi (terpapar oksigen). Sumber dari vitamin yang terbaik adalah makanan segar, mentah, atau makanan yang belum diproses.

  • Vitamin K

Vitamin K bertugas :
  1. Menjaga konsistensi aliran darah dan membekukannya saat diperlukan.
  2. Berperan penting dalam pembentukkan tulang dan ginjal.
Vitamin K terdapat dalam 3 bentuk :
  1. Vitamin K1 (phylloquinone) ditemukan dan dihasilkan oleh timbuhan.
  2. Vitamin K2 (menaquinone) dihasikan oleh bakteri yang menguntungkan dalam sisitem pencernaan.
  3. Vitamin K3 (menadione) vitamin buatan bagi yang tidak mampu menyerap dari makanan.

Seluruh vitamin K dalam tubuh diproses dalam liver (hati). Menurut standar RDA (Recommended Dietary Allowance), kebutuhan vitamin k tergantung dari BB. Untuk orang dewasa, 1 mikrogram setiap hari per kg BB. Mengonsumsi sejumlah kecil vitamin K akan mengakibatkan patah tulang dan osteoporosis, penyempitan arteri atau pembuluh nadi. Sumber terbesar vitamin K (vitamin K1) adalah sayur-sayuran hijau, seperti kangkung dan lobak swiss, brokoli, taoge, bayam, dan kembang kol.


  1. Vitamin larut air
Vitamin larut air adalah vitamin C dan vitamin B kompleks. Vitamin yang larut air tidak dapat disimpan dalam tubuh dan harus tersedia sebagai asupan makanan setiap hari. Hipervitaminosis adalah kondisi yang disebabkan oleh asupan vitamin yang berlebihan, jarang terjadi dengan vitamin larut air.

  • Vitamin C
Dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya asam askorbat. Vitamin C termasuk golongan antioksidan karena sangat mudah teroksidasi oleh panas, cahaya, dan logam. Vitamin C atau asam askorbat lebih terkenal perannya dalma menjaga dan memperkuat imunitas terhadap infeksi.


Fungsi
Akibat defisiensi
Akibat kelebihan
Sumber-sumber
Produksi kolagen, integritas dinding kapiler, pembentukan sel darah merah, metabolisme asam amino, memebantu tubuh menyerap zat besi (fe)
Penyakit kudis, penyembuhan luka buruk, perdarahan, gigi mudah goyah/lepas, memar.
- Batu ginjal.
- Penyakit kudis.
-infeksi saluran urin.
- Buah jeruk.
- Kentang.
- kubis.
- Brokoli.
- Stroberi
- Cabe hijau.


  • Vitamin B kompleks
Terdiri dari 8 vitamin :
  1. Vitamin B1 (Tiamin
  • berfungsi membantu sel tubuh menghasilkan energi, kesehatan jantung serta metabolisme karbohidrat.
  1. Vitamin B2 (Riboflavin)
  • berfungsi melindungi tubuh dari penyakit kanker, mencegah migren serta katarak.
  1. Vitamin B3 (Niacin)
  • bermanfaat untuk melepaskan energi dari zat-zat nutrient, membantu menurunkan kadar kolesterol, mengurangi depresi dan gangguan pada persendian.
  1. Vitamin B5 (Asam pantotenat)
  • berfungsi membantu sisitem syaraf dan metabolisme, mengurangi alergi, kelelahn dan migren. Penting bagi aktifitas kelenjar adrenal, terutama dalam proses pembentukan hormon.
  1. Vitamin B6 (Piridoksin)
  • berfungsi membantu produksi sel darah merah dan meringankan gejala hipertensi, asma serta PMS.
  1. Vitamin B7 (Biotin)
  • bermanfaat dalam proses pelepasan energi dari karbohidrat, pembentukan kuku serta rambut.
  1. Vitamin B9 ( Asam folic)
  • berfungsi membantu perkembangan janin, pengobatan anemia dan pembentukan hemoglobin.
  1. Vitamin B12 (Cobalamin)
  • berfungsi membantu merawat sistem syaraf dan pembentukan sel darah merah.



5 Air
Air merupakan dasar bagi cairan intraseluler serta ekstraseluler dan menjadi konsisten semua sekresi serta ekskresi tubuh. Air menjadi bagian kurang lebih 65-70% dari berat total dan merupakan media tempat berlangsungnya hampir setiap proses tubuh. Konsumsi air secara konstan merupakan hal yang amat penting. Orang yang berpuasa lama dapat hidup dari cadangan protein, lemak, karbohidrat , dan nutrient lain dalm tubuh selama beberapa minggu, asalkan air masih tersedia: sedangkan pada keadaan tanpa air, orang mungkin akan meninggal dalm waktu beberapa hari saja.

  • Sumber-sumber air
  1. Bagian terbesar air yang diperlukan oleh tubuh diperoleh dari air teh,air putih,susu serta minuman lainnya, dan makan cair seperti sup.
  2. Air merupakan konstituen sebagian besar makanan,sekalipun makanan tersebut berbentuk padat.
  3. Dari proses metobolisme karbohidrat,lemak, dan potein akan dihasilkan air


6. Mineral
Mineral merupakan elemen esensial nonorganik pada tubuh sebagai katalis dalam reaksi biokimia. Mineral juga berperan penting dalam pembentukan struktual dari jaringan keras dan lunak, kerja sisitim enzim, kontraksi otot dan respon saraf serta dalam pembekuan darah. Mineral dibagi 2 kelas yaitu makromineral dan mikromineral.
Mikromineral mineral-mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang cukup besar (100 mg/hr), sebaliknya mikromineral adalah mineral-mineral yang diperlukan dalam jumlah yang sedikit (< 15 mg/hr). Makromineral adalah kalium, fosfor, magnesium, besi, iodine, dan kalium, sedangkan yang termaksuk di dalam mikromineral adalah tembaga, kobait, mangan, fluorin, dan zink. Saat tubuh kekeurangan asupan mineral-mineral tersebut, tubuh mengambilnya dari otot, hati dan bahkan tulang.

  • Fungsi mineral:
  1. Mineral merupakan konstituen tulang dan gigi, yang memberikan kekuatan serta rigiditas kepada jaringan tersebut, misalnya kalsium, fosfor, dan magnesium.
  2. Mineral membentuk garam-garam yang dapat larut dengan demikian mengendalikan komposisi cairan tubuh. Natrium dan klorida merupakan unsur penting dalam cairan ekstraseluler dan darah ; kalium, magnesium, dan fosfor merupakan unsur penting dalam cairan intraseluler.
  3. Mineral turut membangun enzim dan protein. Sulfur merupakan bagian dari asam-asam amino methionine dan cysteine.

2.1.3 Proses Pencernaan Makanan
  1. Pencernaan
Pencernaan makanan terdiri dari pemecahan mekanik dengan mengunya,mengaduk, dan menggabungkan dengan cairan, dan reaksi kimia sehingga makanan berkurang menjadi bentuk yang paling sederhana.Enzim merupakan komponen esensial dari pencernaan kimia..Enzim merupakan substansi seperti protein yang bertindak sebagai katalis untuk memacu reaksi kimia.
Pencernaan dimulai dari mulut, tempat makanan dipecahkan secara mekanik dengan mengunya. Makanan dicampur dengan silvid, yang mengandung ptyalin(amilase saliv), suatu enzim yang bertindak pada zat tepung,untuk memulai konversinya menjadi maltose.makanan yang lebih lama dikunya, pencernaan zat tepung lebih banyak terjadi di dalam mulut. Kelenjar pilorik lambung juga mensekresigastrin yaitu sebuah hormon yang mengatur lingkungan asam. Lambung juga bertindak sebagai penyimpanan dan makanan menetap di dalam perut kira- kira 3 jam, dengan rentangan dari 1 sampai 7 jamVolume makanan,kandungan lemak,tekanan ankotik,dan susunan fisik makanan mempengaruhi motilitas lambung.
Makanan meninggalkan lambung pada sfingter pilorik sebagai asam, massa cairan disebut kimus. Kimus mengalir ke duodenum dan bercampur cepat dengan empedu, getah intestinal, sekresi pancreas. Empedu mengemulasi lemak untuk menizinkan aksi enzim dan menahan asam lemak dalam larutan.Sekresi pankres terdiri dari tujuh enzim: lipase untuk pencernaan lemak, dua peptida untuk untuk pencernaan protein; dan amilase,s ukrosa, dan maltosa untuk pencernaan karbohidrat.Sekresi pankreas terdiri dari lima enzim: amilase untuk mencerna zat tepung; lipase untuk memecahkan lemak yang teremulasi; dan tripsin, kimotripsin dan karboksipeptidase untuk memecahkan protein.
Peristalsi terjadi terus menerus dalam usus kecil,mencampurkan sekresi dengan kimus.campuraanya menjadi alkalin yang meningkat,menghalangi aksi enzim lambung dan meningkatkan aksi sekresi duodenal.Porsi besar dari pencernaan terjadi dalam usus kecil,yang memproduksi glukosa, fruktosa, galaktosa dari karbohidrat; asam amino dan dipeptida dari protein;dan asam lemak,gliserida, dan gliserol dari lipit.

  1. Absorpsi
Usus kecil merupakan tempat penyerapan utama nutrisi.Sepanjang daerah ini terdapat penonjolan seperti jari yang disebut vili,untuk meningkatkan area permukaan yang ada untuk absorpsi.Isi dalam intestine bergerak dengan kerja peristaltic ke usus
besar.\Apsorpsi air merupakan fungsi utama kolon.Kira- kira 1 hingga 2 liter air diapsorpsi dari cairan ideal setiap hari. Selain air, elektrolit dan miniral juga diapsorpsi,dari bakteri dalam kolon mensintesis vitamin K dan beberapan vitamin B kompleks,dan akhirnya membentuk feses.

  1. Penyimpangan
Nutrisi yang diperlukan tubuh disimpan dalam jaringan tubuh. Bentuk pokok tubuh dari energi yang disimpan adalah lemak,y ang disimpan sebagai jaringan adipose. Glikogen disimpan dalam cadangan kecil di hati dan jaringan otot, dan protein disimpan dalam massa otot. Ketika keperluan energi tubuh melebihi persediaan energi dari nutrisi yang dimakan, maka energi yang disimpan digunakan.Sebaliknya,energi yang tidak digunakan harus disimpan.

4 . Eliminasi
Isi usus bergerak melaluhi segmen usus besar yang bervariasi dengan peristalsis. Sebagai material bergerak ke arah rektum. Feses mengandung selulosa dan substansi yang berserat sama sehingga tubuh tidak mampu mencerna, sil yang mengelupas dari dinding intestinal usus, mucus, sekresi disgestif, air dan mikroorganisme.

      1. kebutuhan Nutrisi Sesuai Dengan Kebutuhan
1.Bayi
Pada masa pertumbuhan bayi ditandai oleh pertumbuhan yang cepat dan protein tinggi, mineral, vitamin, dan kebutuhan energi. Rata-rata berat badan dari bayi Amerika adalah 3,2 hingga 3,4 kg. Bayi biasanya menambah berat badannya menjadi 2x lipat pada saat berusia 4-5 bulan dam 3x lipat pada usia 1 tahun. Asupan energy kira-kira 108 kkal/kg berat badan yang diperlukan pada satu setengah masa pertumbuhan dan 98 kkal/kg pada dua setengah (Food Nutrition,1989).
Asi merupakan makanan ideal bagi bayi karena selain mengandung nutrisi juga antiviral,antibakteri dan psikososial untuk bayi sampai usia empat bulan ASI sebagai makanan satu-satunya pada bayi. Pengenalan makanan pada saat bayi umur 4-6 bulan.makana sereal yang doperkaya zat besi diperkanalkan sebagai makanan semi padat yang pertama. Umur 6-8 bulan tambahkan pertama kali buah dan sayuran saring. Umur 8-12 bulan tambhakan daging giling atau dipotong halus dan sumber protein lainnya.
2 .Todler dan prasekolah
Kecepatan perkembangan turun ketika usia toddler ( 1 sampai 3 tahun ). Kebutuhan anak akan kalori lebih rendah tetapi terdapat peningkatan jumlah protein dalam hubungan dengan berat badan. Kalsium dan fospor pentung untuk perkembangan tulang. Toddler lebih tertarik dalam lingkungan dan meningkatkan keterampilan motorik dibanding dengan makanan.
Todler memerlukan minimum dua porsi (480 g) kelompok susu setiap hari untuk memberikan protein, kalsium, riboflavin, dan vitamin A dan B 12. susu yang diperkaya memberikan vitamin D dan tambahan vitamin A. keseluruhan susu harus digunakan sampai toddler mencapai usai 2 tahun utntuk membantu mneingkatkan asupan lemak yang cukup. Separuh dari asupan protein toddler harus mengandung nilai protein biologi tinggi. Toddler yang mengkonsumsi lebih dari 720 g susu sehari dari pada makanan lain dapat menimbulkan anemia susu. Seluruh padi – padian, sereal yang diperkaya dan roti adalah sumber yang baik akan zat besi dengan tambahan pada daging. Ketika daging diberikan pada toddler maka harus di potong kecil – kecil saat pemberiaan makan. Todler harus menerima 4 porsi tiap harinya dan 1 porsi berisi sayuran hijau, vitamin C, dan buah.

  1. Anak Usia Sekolah
Anak usia sekolah berkisar pada umur 6 hingga 12 tahun. Nafsu makan anak – anak usia sekolah lebih besar dari pada mereka yang lebih muda, dan asupan makanan lebih bervariasi. Asupan yang direkomendasikan termaksud dua porsi dari kelompok susu, 60 hingga 90 g kelompok makanan daging, empat porsi atau lebih dari kelompok buah dan sayuran (dengan sumber vitamin C sehari dan sumber vitamin A setiap hari yang lain). Kendati demikian anak usia sekolah seringkali gagal untuk makan sarapan yang tepat dan memilik iasupan di sekolah yang tidak diawasi. Todler harus menerima 4 porsi tiap harinya dan 1 porsi berisi sayuran hijau, vitamin C, dan buah.
Kebutuhan remaja dari kelompok dasar termaksud tiga atau lebih porsi dari kelompok susu, dua atau lebih dari kelompok daging, empat atau lebih dari kelompok sayuran – buah ( dengan sumber vitamin C setiap hari dan sumber vitamin A setiap pada hari yang lain). Diet remaja dipengaruhi oleh banyak faktor lain dari pada kebutuhan nutrisi, termaksud perhatian tentang gambaran diri dan penampilan, keinginan utnuk bebas, dan diet padat. Todler harus menerima 4 porsi tiap harinya dan 1 porsi berisi sayuran hijau, vitamin C, dan buah.
  1. Dewasa awal dan Dewasa Tengah
Permintaan untuk nutrient yang banyak berkurang ketika akhir masa pertumbuhan. Dewasa yang matang memerlukan nutrisi untuk energi, pemeliharaan, dan perbaikan kebutuhan energi biasanya menurun selama bertahun tahun. Obesitas dapat menjadi suatu masalah karena penurunan latihan fisik, peningkatan makan malam diluar, atau kemampuan untuk menghasilkan makanan yang lebih mewah.
Wanita dewasa yang menggunakan kontrasepsi oral memerlukan ekstra asal folfat, vitamin C, tiamin, riboflavin, vitamin B, dan vitamin B 12. zat besi asupan kalsium juga penting untuk semua wanita. Todler harus menerima 4 porsi tiap hari nya dan 1 porsi berisi sayuran hijau, vitamin C, dan buah.
Kebutuhan energi kehamilan yang berhubungan denagn berat badan dan aktivitas. Kenaikan berat badan rata rata 11 hingga 14 kg terjadi selama kehamilan. Rekomendasi yang kaku tentang kenaikan berat harus dihindari. Asupan protein selama kehamilan ditingkatkan hingga 60 g, kalsium dtingkatkan hingga 1200 mg/hari, yodium dtingkatkan hingga 25 mg, kebutuhan vitamin C dtingkatkan hingga 70 mg, kebutuhan vitamin D dtingkatkan hingga 10 g.
Wanita hamil harus minum 3 porsi dari kelompok susu, 7 kelompok protein, 5-7 porsi buah dan sayuran, 7 porsi dari sereal, 3 porsi dari kelompok lemak tdk jenuh tiap harinya.

  1. Masa Menyusui (LAKTASI)
Wanita yang menyusui memerlukan 500 kkal di atas dari yang diperoleh biasanya. Produksi ASI meningkatkan kebutuhan enrgi. Kebutuhan protein ditingkatkan hingga 65 g/hari. Kebutuhan untuk kalsium tetap sama seperti selama kehamilan. Terdapat peningkatan kebtuhan untuk vitamin A dan C.
Peningakatan kalori harus disediakan dengan sayuran berdaun hijau, buah jeruk, padi – padian, susu daging, dan unggas utnuk menyediakan vitamin A dan C, niasin, riboflavin, dan zink.


  1. Lansia
Lansia berusia 65 tahun mengalami penurunan kebutuhan kalori pada saat tingkat metabolisme menurun dengan bertambahnya umur. Kebutuhan rata- rata yang diperbolehkan untuk laki laki adalah 2300 kkal/hari dan untuk wanita 1900 kkal/hari. Kebutuhan vitamin dan mineral yang diperbolehkan tetap tidak berubah dari tingkat dewasa tengah. Seleksi kelompok dasar makanan untuk lansia adalah sama pda dewa muda, walaupun cara makanan disiapkan atau tipe makanan yang disiapkan atau tupe makanan yang diseleksi mungkin perlu diubah. Diet pada lansia, ciri khasnya yaitu rendah makanan protein dan tinggi pada roti, kue, dan sereal. Diet pada lansia harus terdiri dari pilihan pilihan semua kelompok makanan dan memberikan suplemen vitamin dan buah buahan.



2.1.5 Malnutrisi
Malnutrisi adalah kekurangan intake dari zat-zat makanan terutama protein dan karbohidrat dan dapat mempengaruhi pertumbuhan,perkembangan dan kognisi dan memperlambat proses penye,mbuhan. Walaupun seringkali disamakan dengan kurang gizi yang disebabkan oleh kurangnya konsumsi, buruknya absorpsi, atau kehilangan besar nutrisi atau gizi, istilah ini sebenarnya juga mencakup kelebihan gizi (overnutrition) yang disebabkan oleh makan berlebihan atau masuknya nutrien spesifik secara berlebihan ke dalam tubuh. Seorang akan mengalami malnutrisi jika tidak mengkonsumsi jumlah atau kualitas nutrisi yang mencukupi untuk diet sehat selama suatu jangka waktu yang cukup lama. Malnutrisi yang berlangsung lama dapat mengakibatkan kelaparan, penyakit, dan infeksi.
Malnutrisi dapat terjadi oleh karena kekurangan gizi (undernutrisi) maupun karena kelebihan gizi (overnutrisi). Keduanya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara kebutuhan tubuh dan asupan zat gizi esensial. Perkembangan malnutrisi melalui 4 tahapan:
  1. Perubahan kadar zat gizi dalam darah dan jaringan
  2. Perubahan kadar enzim
  3. Kelainan fungsi pada organ dan jaringan tubuh
  4. Timbulnya gejala-gejala penyakit dan kemati
  • Tipe-Tipe Malnutrisi :
  1. Defisiensi nutrisi :kurang makan buah-buahan dan sayur- sayuran,sehingga menyebabkan kekurangan vitamin C, dan seseorang bisa mengalami pendarahan pada gusi.
  2. Maramus ; kekurangan protein dan kalori sehingga terjadi pengambilan lemak tubuh dan otot gambaran klinis : atropi otot, hilangnya lapisan lemak subkutan, pertumbuhan terlambat, pertut buncit, sangat kurus seperti tulang dibungkus kulut.
  3. Kwashiorkor : kekurangan protein karena diet kurang protein/ protein yang hilang secara fisiologis (cidera/ infeksi)
Ciri-cirniya : lemah, adatis, berat badan turun, atropi otot, anemia ringan,perubahan pigmentasi pada kulit rambut.


      1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Diet:
  1. Status Kesehatan
  1. Nafsu makan yang baik adalah tanda yang sehat
  2. Anoreksia(kurang nafsu makan)biasanya gejala penyakit atau karena efek samping obat
  3. Dukungan nutrisi adalah bagian esensial penyembuhan dari setiap penanganan medis


  1. Kultur dan Agama
  1. Pola kultural, etnik, agama dan batasan mengenai makanan harus diperhitungkan jumlah.
  2. Makanan dan diet tentu harus diberikan apabila sesuai.
  3. Klien lansia lebih cocok dengan kebiasaan makanan etnik. Kecendrungan ini dapat meningkat selama sakit.


  1. Status Sosioekonomi
  1. Biaya makanan tidak tepat ,dan berbelanja bervariasi tergantung dari uang yang tersedia.
  2. Apakah anda seseorang yang mempersiapkan makanan menentukan jumlah kenyamanan makanan.


  1. Pilihan Pribadi
  1. Kesukaan dan ketidaksukaan pribadi mungkin berpengaruh kuat terhadap diet
  2. Makanan yang berhubungan dengan kenangan yang menyenangkan cendrung menjadi makanan favorit. Makanan yang berhubungan dengan kenangan yang tidak menyenangkan cenderung dihindari
  3. Makanan yang mewah dapat digunakan sebagai simbol status. Pilihan individu dapat dipertimbangkan ketika merencanakan diet terapeutik.


  1. Faktor Psikologis
  1. Motivasi individu untuk makan makanan yang seimbang dan persepsi individu tentang diet merupakan pengaruh yang kuat.
  2. Makanan mempunyai nilai simbolik yang kuat bagi banyak orang
  1. Alkohol dan obat
  1. Penggunaan alkohol dan obat yang berlebihan memberi kontribusi defisiensi nutrisi karena uang mungkin dibelanjakan untuk alkohol daripada makanan dan alkohol menggantikan bagian dari makanan dan menekan nafsu makan.
  2. Alkohol yang berlebihan juga mempengaruhi organ gastrointestinal.
  3. Obat-obatan yang menekan nafsu makan dapat menurunkan asupan zat gizi esensial.
  4. Obat-obatan juga menghabiskan zat gizi yang tersimpan dan mengurangi absorpsi zat gizi di dalam intestin.


  1. Kesalahan informasi dan keyakinan terhadap makanan
  1. Mitos makanan akibat dari latar belakang kultural, minat popular pada makanan asli, tekanan sebaya , atau keinginan untuk mengontrol pilihan diet.
  2. Keyakinan terhadap makanan sering melibatkan keyakianan yang salah bahwa makanan tertentu khusus menyehatkan.
  3. Perawat harus berhati-hati untuk tidak menjadi merendahkan diri keteika mengajarkan klien bahwa makanan mungkin tidak mempunyai kualitas yang mempengaruhi mereka.














    1. PROSES KEPERAWATAN

2.2.1 Pengkajian status nutrisi (ABCD)

1. ANTROPOMETRI
Secara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari sudut pandang gizi maka antropometri berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Berbagai jenis ukuran tubuh antara lain: berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas dan tebal lemak di bawah kulit.


  • Penggunaan
Antropometri sangat umum digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi. Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh.

  • Keunggulan dan kelemahan antropometri
Keunggulan antropometri antara lain:
  1. Prosedurnya sederhana, aman dan dapat dilakukan dalam jumlah sampel yang besar
  2. Relative tidak membutuhkan tenaga ahli
  3. Alatnya murah, mudah dibawa, tahan lama dan dapat dipesan dan dibuat di daerah setempat
  4. Metode ini tapat dan akurat karena dapat dibakukan
  5. Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi dimasa lampau
  6. Umumnya dapat mengidentifikasi status gizi sedang, kurang dan gizi buruk karena sudah ada ambang batas yang jelas
Kelemahan antropometri antara lain:
  1. Tidak sensitive atau metode ini tidak daapat mendeteksi status gizi dalam waktu singkat dan tidak dapat membedakan kekurangan zat gizi tertentu
  2. Faktor diluar gizi (penyakit, genetic, dan penurunan penggunaan energi) dapat menurunkan spesifikasi dan sensitivitas pengukuran antropometri
  3. Kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempengaruhi presisi, akurasi dan validitas pengukuran antropometri gizi
  4. Kesalahan ini terjadi karena pengukuran, perubahan hasil pengukuran baik fisik maupun komposisi jaringan, analisis dan asumsi yang keliru.


  • Jenis parameter
Antropometri sebagai indikator status gizi dapat dilakukan dengan mengukur beberapa parameter. Parameter adalah ukuran tunggal dari tubuh manusia, antara lain umur, berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar pinggul dan tebal lemak dibawah kulit. Dibawah ini akan diuraikan parameter itu.

  1. Umur
Faktor umur sangat penting dalam penentuan status gizi. Kesalahan penentuan umur akan menyebabkan interprestasi stastus gizi menjadi salah. Hasil pengukuran tinggi badan dan berat badan yang akurat menjadi tidak berarti bila tidak disertai dengan penentuan umur yang tepat.
Menurut Puslitbang Gizi Bogor (1980), batasan umur digunakan adalah tahun umur penuh (completed year) dan untuk anak umur 0-2 tahun digunakan bulan usia penuh (completed Mouth).
Contoh: tahun usia penuh
Umur: 7 tahun 2 bulan, dihitung 7 tahun
6 tahun 11 bulan, dihitung 6 bulan

Contoh: bulan usia penuh
Umur: 4 bulan 5 hari, dihitung 4 bulan
  1. bulan 27 hari, dihitung 3 bulan
  1. Berat badan
Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir. Berat badan digunakan untuk mendiagnosa bayi normal atau BBLR Berat Bayi lahir Rendah). Dikatakan berat bayi lahir rendah apabila berat bayi lahir di bawah 2500 gram atau dibawah 2,5 kg. pada masa bayi-balita, berat badan dapat dipergunaka untuk melihat laju pertumbuhan fisik maupun status gizi, kecuali terdapat kelainan klinis seperti dehidrasi, asites, edema dan adanya tumor. Di samping itu pula berat badan dapat dipergunakan sebagai dasar perhitungan dosis obat dan makanan.
Berat badan menggambarkan jumlah dari protein, lemak, air dan mineral pada tulang. Pada remaja, lemak tubuh cenderung meningkat, dan protein otot menurun. Pada orang yang edema dan asites terjadi penambahan cairan dalam tubuh. Adanya tumor dapat menurunkan jaringan lemak dan otot, khususnya terjadi pada orang kekurangan gizi.
Berat badan merupakan pilihan utama karena berbagai pertimbangan, antara lain:
  1. Parameter yang paling baik, mudah terlihat perubahan dalam waktu singkat karena perubahan-perubahan konsumsi makanan dan kesehatan
  2. Memberikan gambaran status gizi sekarang dan kalau dilakukan secara periodik memberikan gambaran yang baik tentang pertumbuhan.
  3. Merupakan ukuran antropomertri yang sudah dipakai secara umum dan luas di indonesia
  4. Ketelitian pengukuran tidak banyak di pengaruhi oleh keterampilan pengukur


Penentuan berat badan dilakukan dangan cara menimbang. Alat yang digunakan dilapangan sebaiknya memenuhi beberapa persyaratan:
  1. Mudah digunakan dan dibawa daari satu tempat ke tempat yang lain
  2. Mudah diperoleh dan relatif murah harganya
  3. Ketelitian timbangan sebaiknya maksimum 0,1 kg
  4. Skalanya mudah dibaca
  5. Cukup aman untuk menimbang anak balita

Alat yang dapat memenuhi persyaratan dan kemudian dipilih dan dianjurkan untuk digunakan dalam penimbangan anak balita adalah dacing.
Dacin yang digunakan sebaiknya minimum 20 kg dan maksimum 25 kg. bila digunakan dacin berkapasitas 50 kg dapat juga, tetapi hasilnya agak kasar karena angka ketelitiannya 0,25 kg.
  1. Berat badan menurut umur (BB/U)
Dalam keadaan normal, dimana keadaan kesehatan baik dan keseimbangan antara konsumsi dan kebutuhan zat gizi terjamin, maka berat badan berkembang mengikuti pertambahan umur. Sebaliknya dalam keadaan abnormal, terdapat 2 kemungkinan perkembangan berat badan, yaitu dapat berkembangan cepat atau lebih lambat dari keadaan normal.
  1. Berat Badan Menurut Tinggi Badan (BB/TB)
Berat badan ini memiliki hubungan yang linear dengan tinggi badan. Dalam keadaan normal perkembangan berat badan akan searah dengan pertumbuhan tinggi badan dengan dengan kecepatan tertentu.
Di Indonesia khususnya, cara pemantauan dan batasan berat badan normal orang dewasa belum jelas mengacu pada patokan tertentu. Sejak tahun 1958 digunakan cara penghitungan berat badan normal berdasarkan rumus:

  • Berat badan normal = (tinggi badan-100) – 10% (tinggi badan-100)
atau
0,9 x (tinggi badan – 100)

STS SATUS GIZI
Ambang batas baku untuk keadaan gizi berdasarakan indeks
BB/U
TB/U
BB/TB
LLA/U
LLA/TB
Gizi baik
  • 80 %
  • 85 %
  • 90%
  • 85%
  • 85%
z Gizi kurang
61-80%
71-85%
81-90%
71-85%
76-85%
Gizi buruk
< 60 %
< 70 %
< 80%
< 70 %
<75%

  • Berat Badan Ideal
Berat badan untuk tinggi badan tertentu yang secara statistic yang dianggap paling tepat untuk menjamin kesehatan umur panjang.Cara menentukan berat badan ideal adalah:
1. > 110% dari berat badan standar : gemuk
  1. . 90 – 110% dari berat badan standar : ideal/ normal
  1. 70 - 90% dari berat badan stndar ;sedang
4. < 70% : sangat kurus.


3.Tinggi Badan
Tinggi badan merupakan parometer yang penting bagi keadaan yang telah lalu dan keadaan sekarang, jika umur tidak dapat diketahui dengan tepat.
4.Tinggi Badan Menurut Umur (TB/U)
Pada keadaan normal, tinggi badan tumbuh seiring dengan pertambahan umur.
5.Lingkaran Tubuh
  1. Lingkar Lengan Atas
Lingkar lengan atas (LLA) dewasa ini memeng merupakan salah satu pilihan untuk penentuan status gizi, karena mudah dilakukan dan tidak alat-alat yang sulit di peroleh dengan harga yang murah. Pengukuran LLA adalah suatu cara untuk mengetahui resiko kekurangan energi protein (KEP) wanita usia subur. Pengukuran LLA tidak dapat digunakan untuk memantau perubahan status gizi dalam jangka pendek. Ambang batas LLA wanita usia muda dengan resiko kekurangan energy kronis di Indonesia adalah 23,5 cm. apabila kurang dari angka tersebut maka wanita tersebut mempunyai resiko kekurangan energi kronis.
  1. Lingkar Kepala
Lingkar kepala adalah standar prosedur dalam ilmu kedokteran anak secara praktis, yang biasanya untuk memeriksa keadaan pathologi dari besarnya kepala atau peningkatan ukuran kepala contoh yang sering diginakan adalah kepala besar (hidrosepalus) dan kepala kecil (mikrosepalus). Lingkar kepala terutama dihubungkan dengan ukuran otak dan tulang tengkorak. Ukuran otak meningkat secara cepat selama tahun pertama, akan tetapi besar lingkaran kepala tidak menggambarkan keadaan kesehatan dan gizi. Bagaimana pun juga ukuran otak dan lapisan tulang kepala dan tengkorak dapat berfariasi sesuai dengan keadaan gizi. dalam antropometri gizi, rasio lingkar kepala dan lingkar dada cukup berarti dalam keperawatan pada anak. Lingkar kepala dapat juga di gunakan sebagai informasi tambahan dalam pengukur umur.

  1. Lingkar Dada
Biasanya di lakukan pada anak yang berumur 2-3 tahun, karena rasio lingkar kepala dan lingkar dada sama pada umur 6 bulan. Setelah umur ini tulang tengkorak tumbuh secara lambat dan pertumbuhan dada lebih cepat. Umur antara 6 bulan dan 5 tahun, rasio lingkar kepala dan dada adalah kurang dari 1, hal ini di karenakan akibat kegagalan perkembangan dan pertumbuhan, atau kelemahan otot dan lemak pada dinding dada. Ini dapat di gunakan pada dinding indicator dalam menentukan kekurangan energi protein pada anak balita.
  1. Jaringan Lunak
Otak, hati, jantung dan organ lainnya merupakan bagian yang cukup besar dari berat badan, tetapi relative tidak berubah beratnya pada anak malnutrisi. Otot dan lemak merupakan jaringan lunak yang sangat berfariasi pada penderita kekurangan energi protein. Antropometri jaringan dapat di lakukan pada kedua jaringan tersebut dalam pengukuran status gizi di masyarakat


2. BIOKIMIA
Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain: darah, urine, tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot.



  • Penggunaan
Metode ini digunakan untuk suatu peringatan bahwa kemungkinan akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi. Banyak gejala klinis yang kurang spesifik, maka penentuan kimia faali dapat lebih banyak menolong untuk menentukan kekurangan gizi yang spesifik.

  • Pemeriksaan biokimia zat gizi
Ada beberapa indikator laboratorium untuk menentukan status besi yaitu:
  • Hemoglobin (hb) dan Hematokrit
  • Total limfosit
  • Serum albumin
  • Transferin
  • Keseimbangan Nitrogen
  • Lipit serum
  • Glukosa serum
1. Hemoglobin (Hb) dan Hemaktroit(HCT)
a. Hemaglobin
Hemoglobin adalah parameter yang digunakan secara luas untuk menetapkan prevalensi anemia.Garby et al.menyatakan bahwa penentuan status anemia yanghanya menggunakan kadar Hb ternyata kurang lengkap,sehingga perlu ditambah dengan pemeriksaan yang lain.
Hb merupakan senyawa pembawa oksigen pada sel darah.hemoglobin dapat di ukur secara kimia dan jumlah Hb/100 ml darah dapat digunakan sebagai indeks kapasitas pembawa oksigen pada darar.kandungan hemoglobin yang rendah dengan demikian mengindikasikan anemia.

b. Hemaktokrit (HCT)
Hemaktorit adalah volume eritrosit yang di pisahkan dari plasma dengan cara memutarnya di dalam tabung khusus yang nilainya di nyatakan dalam persen (%).
Setelah sentrifugasi, tinggi kolom sel merah diukur dan di bandingkan dengan tinggi darah penuh yang asli. Presentase massa sel merah pada volume darah yang asli merupakan hematokrit. Darah penuh antikogualan disentrufugasi dalam tabung khusus. Karna darah penuh di bentuk pada intinya sel darah merah (SDM) dan plasma, setelah sentrifugasi presentase sel-sel merah memderikan etimasi tidak langsung jumlah SDM/100 ml dari darah penuh (dan dengan demikian pada gilirannya merupakan estimasi tidak langsung jumlah hemoglobin). Hemaktokrit efek(dalam hal jauh lebih sedikit ) dari ukuran rata_rata SDM. Nilia normal adalah 40%-54% untuk pria dan 37%-47% untuk wanita. HCT biasanya hamper 3 kali nilai hemoglobin (dengan menganggap tidak terdapat tanda hipokormia). Ke salahan rata-rata pada prosedur HTC yaitu kira-kira 1%-2%.


Cara perhitungan
Hm = tinggi volume eritrosit yang dimanpatkan x 100%=…%
Tinggi total volume darah
Contoh:
  • tinngi kolom eritrosit yang di manpatkan adalah 4,5 mm.
  • tinggi total kolom volume darah adalah 10 mm.
Jadi:
Hm = 4,5 x 100% = 45%
10
    1. Maka nilai normal hemaktorit:
Menurut wells laki-laki :42-50%
Wanita :40-48%
Menurut helper laki-laki :40-54%
Wanita :37-47%
Hamil tua :23-34%
b. Nilai abnormal
- kurang dari nilai normal pada anemia
- leih dari nilai normal pada polisithademia

  1. Seru Albumen

3. CLINIS
Pemeriksaan clinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status gizi masyarakat. Metode ini didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada jaringan epitel (supervicial epithelial tissue) seperti kulit, mata, rambut dan mukosa oral atau pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid.


  • Penggunaan
Penggunaan metode ini umumnya untuk surfei klinis secara cepat (rapid clinical surfeys). Surfei ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. Disamping itu digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan melakukan pemeriksaan fisik yaitu tanda (sign) dan gejala (symptom) atau riwayat penyakit.

  • Keunggulan dan keterbatasan pemeriksaan clinis
  • Keunggulan
  1. pemeriksaan clinis relative murah tidak memerlukan biaya terlalu besar
  2. dalam pelaksanaannya, pemeriksaan tidk memerlukan tenaga khusus tetapi, tanaga paramedic bias dilatih
  3. sederhana, cepat dan mudah diinterprestasikan
  4. tidak memerlukan peralatan yang rumit
  • Keterbatasan
  1. Beberapa gejala klinis tidak mudah dideteksi, sehingga perlu orang-orang yang ahli dalam menentukan gejala klinis rersebut. Namun demikian, para tenaga medis dapat dilatih untuk melakukan pemeriksaan klinis
  2. Gejala klinis tidak bersifat spesifik
  3. Adanya gejala klinis yang bersifat multiple
  4. Gejala klinis dapat terjadi pada waktu permulaan kekurangan zat gizi dan dapat juga terjadi pada saat sembuh. Hepatomegali (pembesaran hati) sebagai contoh dapat terjadi pada keadaan malnutrisi awal dan terjadi juga pada masa penyembuhannya
  5. Adanya fariasi dalam gejala klinis yang timbul. Hal ini karena satu gejala klinis bisa dipengaruhi beberapa factor seperti genetik, lingkungan, kebiasaan dll.








  1. Tanda – tanda dan Gejala klinis defisiensi nitrisi


No
Bagian Tubuh
Tanda klinik
Kemungkinan kekurangan
1
Tanda umum
Penurunan berat badan dehidrasi, haus pertumbuhan terhambat
Kalori,Air, dan vitamin A
2
Rambut
Kekuningan
kekurangan pigmen,kusut
Protein
3
Kulit
Deatitis
Dermatosis pada bayi
Petechial hemorrhages
Eksema
Niasin, riboflavin, biotin
Lemak
Asam askorbat
4
Mata
Photopobia
Rabun senja
Riboflavin
Vitamin A
5
Mulut
Stomatitis
Glositis
Riboflavin
Niasin, asam folik, vitamin B12, zat besi
6
Gigi
Karies
Flour
7
Neuromoskuler
Kejang otot
Lemah otot
Vitamin D
8
Tulang
Riketsia
Vitamin D
9
Gastrointestinal
Anoreksia Mual dan muntah
Thiamin, garam dapur, NaCl
10
Endokrin
Gondok
Iodium
11
Kardipovaskuler
Pendarahan peny, Jantung, anemia
Vitamin K, thiamin, pyridoxine, zat besi
12
Sistem saraf
Kelainan mental dan saraf
Vitamin B12




4. DIET
Diet adalah pilihan makanan yang lazim dimakan seseorang atau suatu populasi penduduk. Sedangkan diet seimbang adalah diet yang memberikan semua nutrien dalam jumlah yang memadai, tidak terlalu banyak dan juga tidak terlalu sedikit.



3.3 Diagnosa keperawatan

1. Diagnosa keperawatan
Perubahan nutrisi: masukan kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan status muntah, puasa, dan aneroksia
  • Perencanaan keperawatan
Diagnosa keperawatan
Tujuan dan Kriteria hasil
Intervensi
Rasional
Perubahan nutrisi : masukan kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan status muntah,mual ,dan aneroksia.


Setelah dilakukan tindakan 2x24 jam kebutuhan nutrisi terpenuhi


Kriteria hasil:
Kebutuhan nutrisi pada tubuh klien kmbali normal
  1. Menghilangkan atau mengurangi kondisi-kondisi atau gejala penyakit penyebab tidak napsu makan:seperti kebersihan dan kesehatan kulit

  1. Memberikan makanan yang disenangi,sedikit demi sedikit tapi sering dengan memperhatikan jumlah kalori dan tanpa konta indikasi.


  1. Memberikan makanan secara langsung ke dalam GIT melaluhi selang.
1.Untuk meningkatkan nafsu makan







2. Untuk memenuhi jumlah kalori yang di butukan tubuh








3. Untuk mengatasi kebutuhan nutrisi yang kurang dari tubuh



  • Implementasi
Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi,perawat melakukan ; tindakan dengan menghilangkan atau mengurangi kondisi –kondisi atau gejala penyakit penyebab tidak napsu makan:seperti kebersihan dan penyakit kulit,memberikan makan yang disenangi,sedikit demi sedikit tapi sering dengan memperhatikan jumlah kalori dan tanpa konta indikasi dan Memberikan makanan secara langsung ke dalam GIT melaluhi selang.
  • Evaluasi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan,diharapkan berat badan klien naik 0,2 kg, kebutuhan kalori klien terpenuhi dan klien dapat makan tanpa keluhan: mual muntah.

2. Diagnosa keperawatan
Kurang mampu untuk makan sendiri berhubungan dengan gangguan mobilisasi kedua ekstremitas atas.
  • Perencanaan / intervensi
Diagnosa keperawatan
Tujuan dan kreteria hasil
Intervensi
Rasional
Kurang mampu untuk makan sendiri berhubungan dengan gangguan mobilisasi kedua ekstremitas atas.


Setelah dilakukan tindakan 3x24 jam gangguan mobilisasi ekstremitas atas teratasi

Kriteria hasil:
Ekstremitas atas kembali normal
1. Kaji kemampuan mobilisasi ekstremitas atas klien.


2. Memberikan nutrisi melaluhi entral dan parental

3. Kaji stress psikologi klien
1.Untuk mengtahui sejahu mana kemampuan ekstremitas atas klien

2 Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada tubuh klien

3.Untuk memberikan rasa nyaman pada klien



  • Implementasi
Untuk mengatasi gangguan mobilisasi ekstremitas atas, perawat mengkaji kemampuan mobilisasi ekstremitas atas klien,perawat memberikan nutrisi melaluhi entral dan parental, dan mengkaji stress psikologi klien.

  • Evaluasi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan,Diharapkan klien dapat makan sendiri
.
3. Diagnosa keperawatan
kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan masukan cairan yang tidak memadai.
  • Perencanaan / intervensi
Diagnosa keperawatan
Tujuan dan kriteria hasil
Intervensi
Rasional
Kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan masukan cairan yang tidak memadai.


Setelah dilakukan tindakan selama 2x24 jam kekurangan volume cairan teratasi

kriteria hasil:
-parameter laboratorium akan menunjukan bukti hidrasi adekuat dan meningkatnya parameter nutrisi

1. Intruksikan klien untuk minum air dan minuman nonkafein pada waktu makan dan diantara waktu makan
1. Erosi yang terus-menerus dalam status nutrisi menempatkan klien pada resiko komplikasi yang berhubungan dengan malnutrisi, seperti sepsis, dehidrasi, dan ketidakseimbangan elektrolit.



  • Implementasi
Untuk mengatasi kekurangan volume cairan, perawat melakukan upaya pemberian cairan yang adekuat agar tidak terjadi dehidrasi.

  • Evaluasi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan klien mendapat asupan cairan yang adekuat.

4. Diagnosa keperawatan
Kurang pengetahuan berhubungan dengan kesalahan konsep
Intervensi / perencanaan
Diagnosa keperawatan
Tujuan dan kriteria hasil
Intervensi
Rasional
Kurang pengetahuan berhubungan dengan kesalahan konsep
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam klien dan keluarga mengerti tentang kesalahan konsep
1.Kaji pengetahuan klien/keluarga tentang status nutrisi



2.Diskusikan alasan penggunaan dukungan nutrisi enteral





3.Tinjau ulang situasi klien,tanda/gejala malnutrisi.


1.Memberikan informasi dimana klien/keluarga dapat memilih berdasarkan informasi

2.Pengetahuan tentang interaksi antara malnutrisi dan penyakit membuat untuk memahami kebutuhan terapi khusus

3.Pemahaman klien dan kerja sama adalah untuk pemasangan aman dan pemeliharaan alat akses dukungan nutrisi serta pencegahan komplikasi



Implementasi
Untuk mengatasi kurang pengetahuannya klien/keluarga, perawat mengkaji pengetahuan klien/keluarga tentang status nutrisi,meninjau ulang situasi klien,tanda/gejala malnutrisi, meninjau ulang penggunaan/perawatan alat pendukung nutrisi.

Evaluasi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan, diharapkan klien/keluarga dapat mengeri konsep pemberian nutrisi.

5 . Diagnosa Keperawatan
Kelelahan berhubungan dengan peningkatan kebutuhan energi.




Perencanaan/Intervensi
Diagnosa keperawatan
Tujuan dan kriteria hasil
Intervensi
Rasional
Kelelahan berhubungan dengan peningkatan kebutuhan energi.
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 2 X 24 jam, kelelahan yang dialamin oleh klien tidak terjadi.

KH:
- peningkatan rasa sejahtera/tingkat energi.
- mendemonstrasikan peningkatan
1.pantau respon fisiologis terhadap aktivitas.



2.buat tujuan aktivitas realistis dengan pasien.

3.jadwalkan aktivitas untuk periode bila pasien mempunyai banyak energi.




1.toleransi sangat bervariasi, tergantung pada tahap proses penyakit, status nutrisi, dan keseimbangan cairan.

2.memberikan rasa kontrol dan perasaan penyelesaian.


3.periode istirahat diperlukan untuk memperbaiki/menghemat energi.



Implementasi
Untuk mengatasi kelelahan perawat , memantau respon fisiologis terhadap aktivitas Klien, membuat tujuan aktivitas realistis dengan pasien, dan membuat jadwal aktivitas
Untuk periode bila pasien mempunyai banyak energi.


Evaluasi
Setelah di lakukan tindakan keperawatan,diharapkan kelelahan klien teratasi.




SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan
Nutrisi atau zat gizi merupakan unsur – unsur yang terdapat dalam makanan dan diperlukan oleh tubuh untuk berbagai keperluan seperti menghasilkan energi, mengganti jaringan haus serta rusak, memproduksi subtansi tertentu misalnya enzim, hormon dan antibody.
Nutrient dapat dibagi menjadi makro nutrient yang terdiri atas hidratarang ( HA ), lemak serta protein, dan kelompok mikro nutrient yang terdiri atas vitamin dan mineral. Selain nutrient, dalam makanan juga terdapat unsur – unsur yang berguna bagi kesehatan seperti serat pangan, air, Fitokimia pangan , prebiotik dan probiotik yang semuanya ini disebut unsur – unsur pangan.

    1. Saran
1.Bagi Mahasiswa
a. Mahasiswa mampu mamahami tentang proses terjadinya kekurangan nutrisi b. Mahasiswa mampu menerapkan asuhan keperawatan kekurangan nutrisi

2. Bagi sesama profesi/perawat
a.Perawat selalu melakukan pengawasan 1x24 jam pada klien
b.Perawat harus mengetahui sejauh mana perkembangan kesehatan klien










DAFTAR PUSTAKA


Almatsir. Sunita. 2006. Penuntun Diet. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

E. Beck, Mary. 1993. Ilmu Gizi dan Diet. Yogyakarta: Yayasan Essentia Medica.

Hartono, Andry. 2006. Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit. Jakarta: EGC.

Supariasa, I Dewa Nyoman, et all. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC.

Doenges,Marilynn E.1999.Rencana asuhan keperawatan.Jakarta:EGC.

Potter,Patricia A.2005.Buku fundamental keperawatan.Jakarta:EGC.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar